Kondisikan
•2 min read•345

Ekspansi Hilirisasi Industri: Bahlil Ungkap Strategi Dorong Ekspor Nikel Melampaui USD 40 Miliar

TANGERANG — Kebijakan hilirisasi sumber daya alam secara berkelanjutan terus membuktikan peran vitalnya dalam memperkokoh struktur perekonomian nasional. Nilai ekspor komoditas olahan nikel Indonesia tercatat sukses menembus angka 40 miliar dolar AS, dan pemerintah memproyeksikan angka ini melonjak hingga sedikitnya 45 miliar dolar AS pada tahun 2026.

O

OP Admin

Published in Kondisikan

Loading...
Ekspansi Hilirisasi Industri: Bahlil Ungkap Strategi Dorong Ekspor Nikel Melampaui USD 40 Miliar

Penegasan tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat mewakili Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam pembukaan Trade Expo Indonesia (TEI) di BSD, Tangerang.

Transformasi Struktur Ekspor dan Peningkatan Nilai Tambah

Bahlil menjelaskan bahwa capaian ekspor nikel yang melampaui 40 miliar dolar AS merupakan bukti nyata efektivitas kebijakan penghentian ekspor bijih nikel mentah (raw material). Pengolahan di dalam negeri terbukti memberikan peningkatan nilai tambah yang luar biasa bagi pendapatan dan devisa negara.

"Hilirisasi merupakan kunci untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia, sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi nasional," tegas Bahlil Lahadalia.

Lompatan ini terlihat sangat drastis jika dibandingkan dengan kurun waktu 2017–2018, di mana nilai ekspor nikel mentah Indonesia hanya berada di kisaran 3,3 miliar dolar AS. Angka tersebut melonjak pesat menjadi 34 miliar dolar AS pada 2023 hingga akhirnya berhasil menembus rekor di atas 40 miliar dolar AS.

Peta Jalan Hilirisasi Lintas Sektor Targetkan USD 618 Miliar pada 2040

Dalam rangka menjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi jangka panjang, pemerintah telah menyusun peta jalan (master plan) hilirisasi nasional hingga tahun 2040. Peta jalan ini diproyeksikan mampu menarik akumulasi investasi bernilai fantastis mencapai 618 miliar dolar AS.

Strategi hilirisasi jangka panjang ini dirancang secara terintegrasi, tidak hanya berfokus pada sektor mineral dan batu bara, melainkan juga merambah ke sektor minyak dan gas bumi, kehutanan, kelautan dan perikanan, hingga sektor pertanian.

Penerapan Industri Hijau dan Pemberdayaan Pengusaha Daerah

Guna menjawab tantangan pasar internasional terkait isu keberlanjutan lingkungan, pemerintah mendorong fasilitas pengolahan nikel dan manufaktur nasional untuk mengadopsi standar industri hijau berbasis energi bersih (green energy dan green industry). Produk berbasis lingkungan diyakini memiliki nilai jual dan daya saing yang jauh lebih unggul di pasar global.

Selain menarik investasi berskala besar, ekosistem hilirisasi dipastikan membuka ruang partisipasi luas bagi pengusaha nasional dan UMKM daerah, mempercepat proses transfer teknologi, serta menciptakan lapangan kerja baru yang berkualitas bagi masyarakat.

Login to react

Comments (0)

Please log in to leave a comment

No comments yet. Be the first to share your thoughts!

Related Articles

Ekspansi Hilirisasi Industri: Bahlil Ungkap Strategi Dorong Ekspor Nikel Melampaui USD 40 Miliar | Kondisikan