Kondisikan
•2 min read•644

Pemberdayaan Maritim Berkelanjutan: Presiden Prabowo Instruksikan 100 Kampung Nelayan Beroperasi Sebelum 2027

HAMBALANG — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat pembangunan wilayah pesisir dengan menargetkan 100 Kampung Nelayan siap beroperasi secara penuh hingga akhir tahun 2026. Program prioritas ini bertujuan memperkuat ketahanan ekonomi kawasan maritim serta meningkatkan kesejahteraan nelayan tradisional dan keluarganya.

O

OP Admin

Published in Kondisikan

Loading...
Pemberdayaan Maritim Berkelanjutan: Presiden Prabowo Instruksikan 100 Kampung Nelayan Beroperasi Sebelum 2027

Target strategis tersebut disampaikan dalam pertemuan khusus antara Presiden Prabowo dengan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono serta Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan Ashaf di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Pengawasan Progres dan Penataan Infrastruktur

Dalam pertemuan intensif tersebut, Presiden Prabowo Subianto secara langsung mengevaluasi laporan perkembangan fisik dan kesiapan operasional proyek 100 Kampung Nelayan yang sedang digarap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa pengawasan berkala dilakukan untuk memastikan penataan kawasan berjalan sesuai dengan standar dan jadwal yang ditentukan agar fasilitas penunjang segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat pesisir.

"Dalam pertemuan tersebut, Presiden meminta update perkembangan pembangunan 100 Kampung Nelayan yang tengah dipersiapkan pemerintah," ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Ekosistem Bisnis Perikanan Modern dan Terpadu

Pemerintah menekankan bahwa program Kampung Nelayan tidak hanya sekadar perbaikan kawasan tempat tinggal, tetapi juga pembangunan pusat ekonomi perikanan modern terintegrasi. Setiap kawasan akan dibekali infrastruktur vital untuk menjaga mutu komoditas dan mempermudah alur distribusi.

Fasilitas penunjang utama yang dihadirkan meliputi:

  • Dermaga Tambat: Memudahkan proses penambatan kapal dan aktivitas kelancaran bongkar muat ikan.

  • Pabrik Es: Menjamin ketersediaan pasokan es batu untuk menjaga kesegaran hasil laut.

  • Fasilitas Cold Storage: Ruang penyimpanan dingin untuk memitigasi risiko pembusukan dan menjaga kestabilan harga komoditas.

  • Pasar Ikan Modern: Wadah pemasaran langsung yang menghubungkan nelayan secara efisien dengan pembeli.

Peningkatan Kesejahteraan dan Ketahanan Pangan Maritim

Pemerintah meyakini ketersediaan infrastruktur pendukung yang lengkap dari hilir hingga hulu akan menekan tingkat kerugian pascapanen (post-harvest loss) yang kerap dialami nelayan kecil.

Langkah ini diproyeksikan mampu meningkatkan pendapatan riil masyarakat pesisir, memperkuat ekosistem perikanan nasional, serta mendukung ketahanan pangan berbasis sumber daya kelautan di Indonesia.

Ringkasan Poin Kunci Capaian Kampung Nelayan

  • Target Waktu: 100 Kampung Nelayan ditargetkan siap beroperasi penuh pada akhir 2026.

  • Fasilitas Lengkap: Dilengkapi dermaga, pabrik es, cold storage, serta pasar ikan terintegrasi.

  • Monitoring Langsung: Progres pembangunan dipantau secara langsung oleh Presiden Prabowo Subianto bersama KKP.

  • Misi Utama: Memperkuat ekosistem perikanan, meminimalkan kerugian pascapanen, dan meningkatkan kesejahteraan nelayan.

Login to react

Comments (0)

Please log in to leave a comment

No comments yet. Be the first to share your thoughts!

Related Articles