Kondisikan
3 min read731

Kemhan Resmikan Format Baru Pelatihan SPPI, Latsarmil Diganti Pembekalan Bela Negara dan Manajemen Kepemimpinan

JAKARTA – Kementerian Pertahanan (Kemhan) melakukan penyesuaian besar terhadap program pembinaan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI). Program yang sebelumnya menggunakan konsep Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) kini resmi diubah menjadi Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial, sebagai bagian dari penyempurnaan kurikulum pelatihan bagi calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Koperasi Nelayan Merah Putih.

O

OP Admin

Published in Kondisikan

Loading...
Kemhan Resmikan Format Baru Pelatihan SPPI, Latsarmil Diganti Pembekalan Bela Negara dan Manajemen Kepemimpinan

Perubahan tersebut merupakan hasil evaluasi menyeluruh yang dilakukan Kementerian Pertahanan setelah pelaksanaan program sebelumnya menjadi sorotan publik. Evaluasi dilakukan atas arahan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dengan tujuan menyesuaikan materi pelatihan terhadap kebutuhan peserta yang berasal dari kalangan sipil.

Terminologi Latsarmil Resmi Dihentikan

Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, menjelaskan bahwa perubahan tidak hanya menyangkut nama program, tetapi juga pendekatan pelaksanaan pelatihan.

Menurut Rico, istilah Latihan Dasar Kemiliteran tidak lagi digunakan untuk program pembekalan calon pengelola koperasi.

"Terminologi dan pelaksanaan kegiatan saat ini diarahkan menjadi Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial, bukan Latsarmil lagi," ujar Rico.

Perubahan nomenklatur tersebut sekaligus menjadi penanda bahwa fokus kegiatan tidak lagi berorientasi pada latihan dasar kemiliteran sebagaimana sebelumnya.

Materi Militer Dikurangi, Latihan Menembak Dihapus

Sejalan dengan perubahan konsep pelatihan, Kemhan juga melakukan penyesuaian terhadap materi yang diberikan kepada peserta.

Kegiatan yang bersifat taktis dan teknis militer dikurangi secara signifikan, termasuk latihan menembak yang sebelumnya menjadi bagian dari rangkaian pelatihan.

Selain itu, intensitas latihan fisik juga disesuaikan dengan latar belakang peserta yang mayoritas merupakan warga sipil dan calon pengelola koperasi, bukan prajurit militer.

Fokus pada Bela Negara dan Kemampuan Manajerial

Melalui format baru, Kemhan mengarahkan pelatihan pada pembentukan karakter dan peningkatan kompetensi kepemimpinan.

Materi yang diberikan meliputi penguatan disiplin, karakter, kepemimpinan, kerja sama, tanggung jawab, wawasan kebangsaan, serta kemampuan manajerial yang dibutuhkan peserta dalam mengelola koperasi.

Pemerintah menilai pendekatan tersebut lebih relevan dengan tugas para peserta setelah menyelesaikan pendidikan sebagai calon manajer Koperasi Merah Putih.

Evaluasi Menyeluruh Setelah Insiden Peserta Meninggal

Perubahan kebijakan dilakukan setelah Menteri Pertahanan memerintahkan evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan pelatihan.

Evaluasi tersebut mencakup aspek kesehatan peserta, metode pelatihan, beban aktivitas fisik, hingga sistem pengawasan selama pendidikan berlangsung.

Langkah evaluasi diambil menyusul meninggalnya lima peserta SPPI saat mengikuti rangkaian pelatihan, yang kemudian memicu perhatian publik dan berbagai masukan terhadap pelaksanaan program.

Keselamatan Peserta Menjadi Prioritas

Kemhan menegaskan bahwa aspek keselamatan peserta menjadi perhatian utama dalam penyelenggaraan program yang telah diperbarui.

Selain mengurangi materi bercorak militer, penyelenggara juga diminta memperketat pemantauan kondisi kesehatan peserta selama mengikuti pembekalan.

Pemerintah berharap perubahan pendekatan tersebut dapat menghasilkan program yang tetap mampu menanamkan nilai bela negara dan kepemimpinan tanpa mengabaikan aspek keselamatan maupun kesesuaian dengan karakter peserta sebagai warga sipil.

Dukung Persiapan Pengelola Koperasi Merah Putih

Program SPPI disiapkan untuk mencetak sumber daya manusia yang akan menjadi pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Koperasi Nelayan Merah Putih, dua program yang menjadi bagian dari upaya penguatan ekonomi berbasis desa dan masyarakat.

Dengan perubahan menjadi Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial, pemerintah berharap peserta tetap memperoleh pembinaan karakter, semangat kebangsaan, dan kemampuan kepemimpinan, sekaligus memiliki bekal manajemen yang lebih sesuai dengan tanggung jawab mereka sebagai pengelola koperasi di daerah.

Login to react

Comments (0)

Please log in to leave a comment

No comments yet. Be the first to share your thoughts!

Related Articles