Kondisikan
2 min read399

Prospek Ekonomi Indonesia Diyakini Tetap Positif, Koordinasi Kebijakan Jadi Modal Hadapi Tantangan Global

JAKARTA – Prospek perekonomian Indonesia dinilai tetap berada pada jalur yang positif di tengah dinamika ekonomi global dan tekanan terhadap nilai tukar rupiah. Pemerintah menegaskan bahwa kondisi fundamental ekonomi nasional masih terjaga, sementara berbagai lembaga internasional tetap memberikan proyeksi pertumbuhan yang optimistis bagi Indonesia.

O

OP Admin

Published in Kondisikan

Loading...
Prospek Ekonomi Indonesia Diyakini Tetap Positif, Koordinasi Kebijakan Jadi Modal Hadapi Tantangan Global

Sejumlah indikator ekonomi dan koordinasi kebijakan antarlembaga menjadi modal penting untuk menjaga stabilitas serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Pemerintah juga terus memperkuat sinergi kebijakan fiskal, moneter, dan sektor riil agar ekonomi nasional tetap resilien menghadapi tantangan global.

IMF Pertahankan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Dana Moneter Internasional (IMF) tetap mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5 persen pada 2026.

Proyeksi tersebut mencerminkan keyakinan bahwa ekonomi Indonesia masih memiliki daya tahan yang baik di tengah perlambatan ekonomi global. Optimisme tersebut juga menunjukkan kepercayaan terhadap kemampuan Indonesia menjaga stabilitas makroekonomi dan melanjutkan momentum pertumbuhan.

Airlangga: Rupiah di Level Rp18.000 Belum Mencerminkan Fundamental Ekonomi

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa pelemahan rupiah hingga menyentuh kisaran Rp18.000 per dolar AS belum mencerminkan kondisi fundamental ekonomi Indonesia.

Menurutnya, pergerakan nilai tukar dipengaruhi berbagai faktor eksternal, termasuk dinamika pasar keuangan global. Sementara itu, indikator fundamental ekonomi domestik dinilai masih menunjukkan kondisi yang relatif kuat sehingga tidak sepenuhnya tercermin dalam pergerakan kurs.

APBN Tidak Bisa Menjadi Satu-satunya Penggerak Ekonomi

Ketua Dewan Ekonomi Nasional Purbaya Yudhi Sadewa menilai bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tidak dapat menjadi satu-satunya motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.

Ia menekankan pentingnya kontribusi sektor swasta, investasi, konsumsi masyarakat, serta aktivitas dunia usaha agar pertumbuhan ekonomi dapat berlangsung lebih seimbang dan berkelanjutan. Dengan demikian, perekonomian nasional memiliki sumber pertumbuhan yang lebih beragam dan tangguh.

Sinergi Kebijakan Menjadi Kunci Menjaga Pertumbuhan

Pemerintah menilai koordinasi antara kebijakan fiskal, moneter, dan berbagai kebijakan strategis lainnya menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Sinergi antarlembaga diharapkan mampu memperkuat kepercayaan pelaku usaha dan investor, menjaga daya beli masyarakat, serta menciptakan iklim investasi yang kondusif. Dengan koordinasi kebijakan yang terus diperkuat, pemerintah optimistis Indonesia mampu mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakpastian global.

Prospek ekonomi Indonesia yang tetap terjaga menjadi salah satu modal penting dalam mendukung agenda pembangunan nasional. Pemerintah terus berupaya menjaga stabilitas makroekonomi sekaligus mendorong berbagai sektor produktif agar pertumbuhan ekonomi dapat berlangsung secara inklusif dan berkelanjutan.

Login to react

Comments (0)

Please log in to leave a comment

No comments yet. Be the first to share your thoughts!

Related Articles