
Rapat koordinasi tersebut dihadiri Jaksa Agung ST Burhanuddin, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, serta Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal TNI (Purn.) Herindra. Pertemuan dilakukan untuk mengevaluasi perkembangan situasi nasional sekaligus memastikan koordinasi antarlembaga berjalan optimal dalam menjaga stabilitas keamanan.
Pemerintah Pastikan Situasi Tetap Kondusif
Usai rapat, Djamari menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pemantauan dan koordinasi lintas instansi, kondisi keamanan nasional masih berada dalam situasi yang aman dan dapat dikendalikan.
"Situasi di dalam negeri sangat-sangat mantap. Dan perkembangan situasi terjadi di dalam negeri masih dalam kendali kita semua," kata Djamari.
Ia menegaskan bahwa seluruh unsur pemerintah terus bekerja secara terpadu untuk memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga di berbagai wilayah Indonesia.
Maraknya Informasi di Media Sosial Jadi Perhatian
Meski situasi keamanan dinilai tetap stabil, pemerintah mengakui adanya peningkatan penyebaran informasi di media sosial yang memicu kekhawatiran sebagian masyarakat.
Menurut Djamari, informasi tersebut tersebar dalam berbagai bentuk, mulai dari hoaks, disinformasi, fitnah, hingga narasi yang mengandung kebencian. Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah karena berpotensi membentuk persepsi yang tidak sesuai dengan kondisi nyata di lapangan.
Masyarakat Diminta Tidak Mudah Percaya Informasi yang Belum Terverifikasi
Menko Polkam mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang beredar tanpa kejelasan sumber maupun kebenarannya.
"Dan pada kesempatan yang baik ini juga saya katakan bahwa kondisi masyarakat kita juga tidak seperti apa yang disampaikan, yang disebarkan melalui media sosial itu," ujar Djamari.
Ia menilai masyarakat Indonesia memiliki kedewasaan dalam menyaring informasi sehingga mampu membedakan antara informasi faktual dengan narasi yang bersifat menyesatkan.
Aktivitas Masyarakat Berjalan Normal
Sebagai gambaran kondisi yang ditemuinya secara langsung, Djamari menyampaikan bahwa aktivitas masyarakat di berbagai daerah tetap berlangsung sebagaimana biasa.
"Seperti saya tegaskan tadi bahwa kondisi keamanan di seluruh wilayah Indonesia itu dalam keadaan aman di Jakarta begitu juga kota-kota besar lainnya, daerah-daerah yang sering saya kunjungi juga dalam keadaan aman," katanya.
Ia kemudian memberikan contoh berdasarkan pengalaman pribadinya.
"Bahkan saya juga berjalan bersama istri saya melihat ke pasar tradisional juga aman-aman saja. Pergi ke mal juga aman-aman saja. Bahkan kita masih banyak mencari tempat parkir saja di mal juga sangat sulit kalau kita agak terlambat berputar-putar baru kemudian kita dapatkan," imbuh Djamari.
Menurutnya, ramainya pusat perbelanjaan maupun pasar tradisional menunjukkan bahwa masyarakat tetap menjalankan aktivitas ekonomi dan sosial secara normal.
Sinergi Antarinstansi Terus Dijaga
Djamari menjelaskan bahwa koordinasi antara pemerintah, aparat keamanan, dan lembaga penegak hukum akan terus diperkuat sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas nasional. Melalui koordinasi tersebut, setiap perkembangan situasi dapat dipantau secara berkelanjutan sehingga langkah antisipasi dapat dilakukan secara cepat apabila diperlukan.
Pemerintah juga terus mengingatkan masyarakat agar mengutamakan informasi yang berasal dari sumber resmi dan tidak ikut menyebarkan kabar yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
Stabilitas Nasional Menjadi Landasan Aktivitas Masyarakat
Pemerintah menilai stabilitas keamanan merupakan faktor penting yang mendukung kelancaran aktivitas masyarakat, pelayanan publik, serta berbagai agenda pembangunan. Karena itu, upaya menjaga situasi tetap kondusif akan terus menjadi perhatian bersama melalui sinergi seluruh unsur pemerintah dan partisipasi masyarakat.
Dengan kondisi yang dinyatakan masih aman dan terkendali, pemerintah berharap masyarakat tetap tenang, menjalankan aktivitas seperti biasa, serta terus menjaga persatuan dan ketertiban di tengah berbagai dinamika yang berkembang.











